THE POWER OF MY PROCESS
Dalam kehidupan ini akan ada banyak proses yang kita lalui. Terkadang proses itu terlihat mudah. Namun, terkadang juga sulit. Tetapi ada juga beberapa hal yang sering terjadi di kehidupan kita. Proses itu mudah, namun kita yang terkadang membuatnya menjadi sulit. Seperti kita yang ingin menuju ke suatu tempat. Tinggal beberapa langkah lagi sudah akan sampai di tempat tujuan kita. Tetapi, kita lebih memilih untuk berbelok arah dan mencari jalan yang lain. Seharusnya Kan kita sudah sampai pada tujuan kita eh… malah kita yang mempersulit diri kita sendiri. Terkadang ada juga loh, yang Tuhan mau dan inginkan kita melewati proses yang panjang agar kita melatih kesabaran dan mental kita. Yah... itu terkadang. Proses masing-masing orang itu berbeda. Begitu juga dengan proses diriku yang berliku- liku dan banyak sekali jalan yang aku lalui. Hingga aku bisa berada di titik saat ini. Bahkan terkadang tanpa aku sadari Tuhan hebat. Begitu hebat.... Hingga, membawa diriku berada di proses dan titik saat ini.
Yah… part keduaku yang menceritakan tentang proses hidupku hingga saat ini. Aku memiliki alasan tersendiri untuk menceritakan kisah ini pada orang lain. Terlebih lagi menguploadnya di blog milikku. Alasan yang mungkin dan seringkali tidak bisa dipahami dan dimengerti oleh orang lain. Alasan aku akan ada di akhir dari kisah ini. Selamat membaca ya…. Semoga kalian mendapatkan nilai-nilai yang positif dari kisahku ini.
Waktu telah menunjukkan pukul 06.00 pagi. Saatnya aku untuk bergegas menyiapkan diriku menuju ke tempat yang aku sendiri belum paham ke mana akan aku pergi. Bersama orang yang baru beberapa pekan ada di sisiku saat itu. Yah… orang itu adalah papaku. Saat itu aku berumur 5 tahun 6 bulan lebih sedikit. Yah.. kira-kira tinggal berapa bulan.lagi aku akan berulang tahun yang ke-6. Hal itu merupakan saat pertama kali dalam hidupku untuk jalan dan pergi tanpa sosok mama. Di umur yang masih kecil dan belum memahami betapa kejamnya dunia ini aku melangkahkan kaki kecilku mengikuti kemanapun papaku akan pergi. Menuju ke suatu tempat yang bahkan belum pernah terlihat oleh mataku. Ku lambaikan tangan kananku saat berada di pintu pesawat. Melihat dan menatap mamaku yang berada di sudut bandara. Bahkan dengan sebuah senyuman yang tulus dan lebar. Aku tidak tahu hal itu akan menjadi sebuah pertemuan yang terakhir dalam masa pertumbuhan diriku. Mulai saat itu aku hidup jauh dan bahkan tidak pernah bertemu mamaku lagi. Pesawat itu membawa aku bersama papaku menuju ke suatu tempat. Biasanya orang mengenal tempat itu dengan nama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dan di tempat inilah aku tumbuh dan berkembang tanpa sosok mama yang mengajariku.
Saat tiba di NTT, aku turun di bandara El-Tari. Sebenarnya, aku tidak langsung datang ke NTT. Aku bersama papaku masih tinggal beberapa minggu di Jakarta. Saat berada di Jakarta aku tinggal bersama kakak laki-laki dari papaku. Jadi, bisa dibilang aku tinggal bersama bapak besarku. Bapak besarku memiliki 3 orang anak. Anak ketiganya seumuran dengan aku. Jadinya ya... setiap melakukan apa-apa bersama dia. Bahkan aku suka untuk mengikuti apa yang di lakukannya. Ada satu kisah pada saat aku berada di Jakarta. Saat itu bertepatan dengan jadwalnya sepupuku untuk mengikuti les baletnya. Pada saat itu aku mengikuti dia ke tempat les balet tersebut. Aku yang tidak terdaftar untuk mengikuti les balet itu malah di ajak oleh gurunya untuk ikut bergabung latihan. Ya.... itu pengalaman masa kecil yang paling seru.
Ada lagi kejadian yang terjadi. Aku sudah nyaman dengan lingkungan Jakarta. Aku mengatakan kepada papaku atas kenyamananku untuk aku tinggal dan bersekolah di sana. Papaku pun setuju agar aku sekolah di sana dan di urus oleh keluarga bapa besarku. Namun, Tuhan punya proses lain di dalam hidupku. Baru beberapa minggu berlalu mamaku yang berada di Medan mengatakan ingin mengambil aku untuk kembali ke Medan. Awalnya aku tidak tau kenapa secara tiba-tiba papaku menyuruh mama besarku untuk membawa aku ke NTT. Aku yang masih kecil kebingungan. Dengan diri aku yang sudah nyaman itu mama besarku membawa aku ke NTT. Tetapi, saat sampai di NTT aku meminta pada mama besarku untuk membawa diriku kembali ke Jakarta. Cuman satu saja yang sering di katakan oleh mama besarku bahwa aku harus bersekolah di NTT supaya di jaga sama oma aku. Dari kedua orang tua papaku hanya tersisa mama. Mama dari papaku lahir dan besar di NTT. Di mana oma aku berasal dari Molo, Kabupaten Soe, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hanya pada saat menikah dengan opaku mereka tinggal di Kota Kupang. Jadi, pada saat aku turun dari pesawat aku dibawa oleh mama besarku menuju ke Kota Kupang. Saat tiba disana ternyata ada oma aku. Aku yang masih kecil takut akan oma aku karena penyakit gondok yang dideritanya. Terlebih lagi saat melihat lehernya yang bengkak dan besar. Seiring berjalannya waktu baru aku memahami apa yang sedang dideritanya. Lanjut lagi pada prosesku.
Pada saat itu aku masih mengingat dengan jelas bahwa beberapa minggu setelah aku berada di Kupang, papaku yang pergi kerja kembali di Brunei Darussalam pulang membawa semua barang yang telah di tinggalkan di Brunei Darussalam. Anehnya ada satu kejadian yang membuatku sampai saat ini merasa mungkin Tuhan mau papaku memiliki kehidupan yang baru. Jadi, pada saat papaku membawa kembali semua barang dari Brunei. Ada 3 koper yang dibawa. Namun, ketika turun dari pesawat untuk mengambil barang di bagasi, hanya tertinggal 1 koper yang isinya penuh dengan bedcover dan sprei-sprei. Semua pakaian, surat-surat visa dan surat-surat lainnya yang berada di dalam koper hilang. Aku merasa bersyukur. Kenapa demikian?. Karena aku merasa bahwa memang itulah kehendak Tuhan untuk membuat papaku memulai hidup baru. Banyak kisah dari papaku yang aku bisa pelajari saat aku bertumbuh.
Seiring berjalannya waktu tibalah aku untuk masuk TK. Ya... aku masuk TK saat berumur 6 tahun. Mengapa demikian? ya... karena saat itu kepala sekolah tidak menerima aku untuk masuk SD disebabkan karena gangguan otakku yang bermasalah dari kedua orang tuaku. Jadinya ya.... aku TK 3 tahun. Awal pertama masuk sekolah di TK aku ditemani oleh opa dan omaku. Oh ya... aku lupa ketika tinggal di kupang aku tidak tinggal bersama oma kandung aku. Karena takut dan tidak nyamannya diriku. Aku lebih memilih tinggal bersama om kandung papaku yang biasanya aku panggil opa. Istrinya opa aku berasal dari Tangerang. Opa aku memiliki 4 orang anak. 2 laki-laki dan 2 perempuan. Anak bungsunya beda 4 tahun dari aku. Dia yang paling manis dari semua cewek-cewek di dalam rumah itu. Namanya Monica Sania Tanone. Biasanya aku panggil cece Nia. Saat ini dia sudah menjadi pramugari di pesawat Lion Air. Biasanya aku di urus ceceku. Mulai dari aku mandi, makan dan bermain bersama ceceku tersayang.
Semakin bertambahnya umur aku bertumbuh menjadi anak yang suka membangkang karena pergaulanku yang tidak baik. Ketika aku duduk di SD kelas 3, aku sudah memahami yang namanya pergaulan yang buruk. Mulai dari bolos sekolah, jalan-jalan dengan bemo dan kejahatan lainnya. Aku suka berteman dengan orang yang lebih dewasa dari umurku. Bahkan aku berteman dengan anak-anak kuliah. Aku juga suka melawan opa sama omaku. Terkadang aku suka keluyuran di rumah orang. Saat tinggal di Kupang, rumahku berada di dekat pantai. Lebih tepatnya di Oeba. Aku terkadang keluyuran di laut dengan menggunakan baju seragam. Yah... itu ketika aku SD dulu. Karena beberapa permasalahan. Papaku yang pada saat itu kerja di Pulau Rote mengatakan akan memindahkan sekolahku bersamanya. Akupun dipindahkan sekolah di Pulau Rote. Awalnya aku biasa saja dan merasa baik-baik saja kalau aku bersama papaku. Namun, kenyataan berbanding terbalik. Papaku itu orang yang keras didikannya. Aku pindah ke Pulau Rote saat kelas 4 SD. Teruntuk pertama kali nya aku datang ke Pulau Rote. Namun, aku tidak menyangka bahwa aku akan tinggal di Pulau Rote. Hal pertama yang aku tanyakan saat berada di Rote itu,” dimana tempat papaku tinggal?”. Aku kaget ketika papaku membawa aku pada sebuah kos yang begitu jauh dari dermaga Rote. Pada saat itu aku belum tau nama-nama tempat yang ada di Rote. jadinya ya… sepanjang jalan terus menerus bertanya-tanya. Awalnya saat datang aku berpikir bahwa kos yang aku datangi untuk pertama kali itu adalah kos tempat papaku tinggal. Namun, aku tidak menyangka kalau kos itu adalah milik seorang cewek yang telah dikenal oleh papaku selama papaku berada di Pulau Rote.
Kesan pertama saat aku bertemu dirinya itu adalah Dia orang yang baik dan murah senyum. Kebiasaanku yang membuat dia terkadang marah. Kadang aku juga sering dimarah dan ditegur jika aku berbuat salah dan melawan. Satu kebiasaan aku yang sampai saat ini bahkan belum hilang yaitu aku suka sambung-sambung mulut saat berbicara. Itu seperti memotong pembicaraan orang. Walaupun terkadang aku salah aku tidak pernah mau untuk mengakui kesalahan aku. Nah, awalnya aku marah dan tidak suka ada yang mengatur-atur hidupku. Karena aku sudah terbiasa dengan lingkungan bebas saat berada di Kupang. Terkadang aku merasa bahwa dia bukan siapa-siapa diriku kok dia suka mengatur-atur hidupku. Namun, sekarang dia menjadi orang yang sangat berarti bagiku. Orang yang paling super dalam perjuangan hidupku. Setelah aku masuk SMA baru aku menyadari apa yang selama ini aku lakukan. Aku terkadang terlalu keras kepala terhadap keputusan aku yang walaupun terkadang salah. Aku baru menyadari bahwa aku salah besar dalam menilai orang-orang yang ada disekitar diriku yang selalu sayang dan mau aku ditempat yang benar. Semua ini terjadi saat aku masuk di sekolah asrama. Lanjut ke prosesku…….
Seiring berjalannya waktu aku akan memasuki masa SMP. Masa ini adalah masa yang paling penting dimana para remaja sedang dalam masa peralihan dari remaja menuju dewasa termasuk diriku. Tibalah saat aku untuk menandatangani surat agar aku bisa masuk di sekolah itu. Waktu yang aku tunggu-tunggu pun tiba. Hingga saatnya aku mulai masuk di lingkungan SMP ini dan merasa nyaman dengan lingkunganku. Aku terjebak dalam pergaulan bebas. Semua teman aku adalah kakak kelas. Semua ini terjadi karena aku lebih nyaman berteman dengan orang yang lebih dewasa dari diriku. Beberapa bulan kemudian ada satu kejadian yang membuat orang mulai menganggap aku sebagai cewek nakal dan tak tahu etika. Pada waktu itu aku dan teman-teman gengku ketahuan oleh guru SMPku saat membawa rokok ke sekolah. Dan ini menjadi masalah besar bagiku karena ini merupakan kesalahan fatal yang aku lakukan. Seringkali aku melakukan onar di sekolah seperti: Lompat pagar, pasiar bemo, bolos sekolah dan lain-lainnya. But, tidak pernah menjadi permasalahan sebesar ini. Akupun pada saat itu langsung mendapatkan surat panggilan untuk orang tuaku. Keesokkan harinya papaku datang memenuhi surat panggilan itu. Aku yang pada saat itu sadar bahwa kenakalan yang aku lakukan terlalu berlebihan langsung merasa bahwa kesenangan semua itu hanya kepuasan sementara bahkan membuat malu orang tuaku. Sejak saat itu aku memutuskan untuk membuat orang tuaku bangga pada diriku dan tidak akan membuat malu orang tuaku lagi. Dari semua kenakalan itu, aku banyak dipandang negatif dari banyak orang. Mulai dari cewek nakal, tidak tahu malu dan banyak sekali kalimat negatif yang dilontarkan pada diriku. Aku merasa menjadi bahan bulian banyak orang. Akhirnya, aku memutuskan untuk merubah semua ini. Semua kenakalan diriku sangat berdampak pada prestasi aku.
Ketika kelas 1 semester 1 aku mendapat peringkat 6. Oh ya… aku dari SD selalu masuk 10 besar. Aku tidak pernah turun prestasi lewat dari 10 besar. Namun, ketika kelas 1 semester 2 aku turun ke peringkat 12. Aku yang pada saat itu sedang di puncak-puncaknya dicap sebagai pembuat onar merasa bahwa aku begitu down. Maka, aku mulai membuktikannya pada saat kelas 2 semester 1. Aku belajar mati-matian. Aku mulai menyusun semua perencanaan yang matang untuk menguasai materi pembelajaran. Ketika pulang sekolah yang biasanya tidak pernah belajar mengulangi materi di sekolah malah kini aku pelajari kembali. Semua berbanding terbalik dengan aku yang kelas 1 SMP. Begitu juga di kelas. Yang biasanya aku masuk terlambat saat istirahat malah kini aku tidak keluar kelas. Yang biasanya aku tidak bercanda bersama teman kelasku malah kini aku mulai bercanda dengan temanku. Maka, aku mulai berubah arah sedikit demi sedikit bahkan, aku mulai jarang bertemu dengan teman-teman lamaku lagi. Maka, ketika kelas 2 semester 1 untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku bisa membanggakan orang tuaku dengan meraih prestasi terbaikku dan mengerahkan sekuat tenagaku untuk mendapatkan prestasi terbaikku. Kali ini aku tidak mendapatkan peringkat yang buruk lagi. Aku mendapatkan peringkat 1 di dalam kelasku. Semua teman-temanku serta orang tuaku merasa bangga dengan hasil upayaku. I LOVE THIS IS PROCESS IN MY LIVE.
Tidak berhenti sampai disini saja. Semua orang yang dulu menganggap rendah aku kini heran kenapa aku bisa seperti itu. Bahkan aku bisa melawan semua keburukan yang mereka sering perkatakan pada diriku. Semua ini tidak lepas dari wali kelasku yang sangat aku kasihi dan aku sayangi. Wali kelasku ini begitu baik, mempunyai kreativitas yang tinggi serta suka membantu orang lain. Wali kelasku bernama Ibu Sumiyati Tapoin Spd. Guruku ini mengajar pelajaran Bahasa Indonesia. Dia guru yang berbeda di sekolahku. Bahkan bisa menjadi motivator yang keren dalam hidupku serta terkadang menjadi teman ceritaku didalam suka dan dukaku di setiap proses yang aku alami. Kata terima kasih tidak akan pernah cukup aku ucapkan padamu ibu. karena guruku adalah pahlawanku bahkan tanpa tanda jasa. Kau lakukan itu semua yang terbaik bagiku. Aku bisa menemukan guru-guru yang keren sepertinya di SMA aku sekarang. Guru yang mampu memahami murid bahkan dalam suka dan duka dirinya sendiri. Selain itu aku juga punya beberapa teman SMP yang selalu mendukungku. Mereka adalah:
1)Marlin Victoria Mandala (Marlin).
Cewek yang manis dan bergaya tomboi satu ini adalah salah satu orang yang paling sibuk ketika terjadi sesuatu dengan diriku. Terlebih lagi ketika aku melakukan kejahatan. Aku begitu dekat dengan dia. Kadang dia bisa menjadi tempat sandaran aku ketika lelah menjalani proses ini. Oh ya… aku juga menganggap dia sebagai saudaraku karena hubungan pertemanan kami yang dekat ini juga membawa aku mengenal orang tuanya. Bisa dibilang aku sama dia itu sefrekuensi.
2)Sarni Sombu (Sarni).
Orang yang sangat lembut dalam bertindak, mudah berteman (Friendly), suka tertawa/humoris serta tidak pernah mau adanya pertengkaran (Selalu menghindari pertengkaran).
3)Yasinta Haning (Sinta).
Orang yang paling pendiam dalam kelas, tidak suka orang yang banyak bicara dan akan cerewet jika sudah lama mengenal orang.
4)Elsi Naomi Ndolu (Elsi).
Kalo yang ini orang yang paling cerewet di kelompoknya kami, paling suka mengkritik orang jika menurutnya itu salah, jangan pernah korek dia jika tidak mau ada masalah karena dia itu mulutnya panas (Bisa buat sakit hati karena kata-katanya). But, paling suka diajak bercanda. Oh ya… paling asik kalo bicara masalah hati sama dia. Karena dia banyak pengalaman di bidang percintaan monyet.
5)Itamar Delaya Maileti (Delaya).
Orang Alor yang nyasar sampai Rote. Dia adalah cewek dengan berkepribadian yang tangguh, kerja keras dan suka humoris. Paling enak dan nyaman kalo bicara sama dia tentang sikap dan karakter kita yang harus dimaksimalkan. Karena dia adalah orang yang mempunyai sikap cukup matang dalam bertindak dan dia orang yang sangat netral di saat yang lain dalam permasalahan.
6)Margaret Aprilion Yunita Sooai (Ghe).
Kalau cewek ini itu orang pendiam di kelas tapi di kenal banyak orang saat di luar kelas. Anak yang cukup terkenal di angkatannya kami. Serta orang yang selalu berusaha dalam melakukan segala sesuatu. Apalagi kalau sudah berhubungan dengan tugas-tugas. Oh ya… dia orang yang sangat berintegritas dalam mengerjakan tugas dan ulangan.
7)Dheda Anasedetya Henukh (Dheda).
Orang yang ceria dan suka mencairkan suasana. Bahkan, di saat serius dia akan selalu membuat tertawa. Cerewet dan banyak bicara adalah salah satu sifatnya. Walaupun, kadang menjengkelkan tapi ada untungnya juga.
8)Angel Ruth Mandala (Angel).
Tidak bisa banyak kata yang aku lukiskan untuk orang ini. Karena dia orang yang susah untuk terbuka pada diriku. Dia lebih dekatnya pada Dheda. Bukan pada diriku. Kadang aku cuman untuk ikut-ikutan saja saat cerita barang mereka. oh.. satu lagi. Dia tidak suka untuk terlalu mencolok dan di lihat oleh banyak orang. Dia juga tidak suka kalau orang terlalu heboh dalam melakukan segala sesuatu.
Kisah ini aku ceritakan kepada kalian semua untuk kalian bisa memahami bahwa proses yang kalian alami mungkin akan terasa sulit. Aku juga terkadang merasakan seperti itu. Terlebih di saat aku sedang terpuruk. Tapi sadarkah kalian bahwa, proses yang kalian alami ini akan ada jalan keluar yang Tuhan berikan dalam hidup kalian?. Ataukah kalian terkadang berpikir bahwa Tuhan kenapa memberikan kami proses yang berat seperti ini?. Semua jawabannya adalah satu. Tuhan ingin membentuk kalian semua dengan caranya tersendiri bahkan membentuk diriku juga. Sadarlah kalian bahwa apa yang kita alami sekarang akan menjadi cerita kita kepada orang lain untuk memberkati orang lain dari pengalaman hidup kita.
God Bless You All
Biodata Penulis:
Cewek yang berdarah Medan, Sumatera Utara ini bernama Angelika Dian Timoro. Biasanya kerap dipanggil Angel. Lahir pada tanggal 03-Juni-2004. Memiliki warna kesukaan biru. Ada banyak cerita yang ingin dibagikan kepada orang lain dari pengalaman hidupnya Angel. Karena hobi menulis, dia pun mengeluarkan semua perasaan dan ekspresinya lewat tulisan di blog ini. Pemilik akun instagram angelika_dian_timoro ini juga menyukai yang namanya bintang. Karena menurut Angel bintang itu unik dan indah. Saat ini dia sedang tinggal di Pulau Rote. Pulau yang terletak paling Selatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Angel sekarang sedang melakukan pendidikan di bangku menengah atasnya. Bahkan sedang menentukan tujuan untuk pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Oh ya… kalian jangan lupa komen ya… jika telah membaca blog milik Angel ini. Karena semakin banyak masukan yang diberikan, maka akan semakin baik karya yang dihasilkan Angel…. Semoga harimu menyenangkan ya…..














