Kamis, 27 April 2023

HISTORY OF MANDO'O HILL

 

 

SEJARAH BUKIT MANDO'O

      Pada tahun 1300 ada sekumpulan orang yang datang dari Rote bagian timur (orang-orang ini berasal dari sabu). Mereka menuju ke suatu tempat (Kuli) orang-orang ini dipimpin oleh seorang pria yang bernama Lai Pala dan dua orang anaknya serta dua puluh orang pengikutnya. Mereka datang ketempat itu untuk mencari hidup yang baru.

         Ketika mereka sampai ke tempat itu atau (Kuli) karena belum ada tempat tinggal sehingga mereka menetap di sebuah gua yang sekarang gua tersebut dinamakan Lua Safu. Setelah tinggal beberapa saat di tempat itu, Lai Pala dan rombongannya merasa cocok untuk tinggal di tempat itu karena memiliki potensi yang banyak, sehingga mereka memilih untuk menetap di tempat itu dan tidak kembali lagi ke Sabu. Malahan keluarga mereka yang ada di Sabu datang ke tempat itu sehingga jumlah mereka bertambah menjadi ratusan orang dan terus bertambah sehingga kelompok ini dinyatakan sebagai suatu kerajaan.

      Setelah Lai Pala meninggal ia digantikan oleh anaknya yang kedua yaitu Sue Lai (sekitar tahun 1400). Setelah Sue Lai menjabat ia memimpin orang-orang untuk bekerja dan pada saat itu hanya ada tiga pekerjaan yaitu melaut, bertani, dan menyadap lontar. Ia juga memimpin orang-orang untuk membangun pagar untuk melindungi tempat tinggal raja yang ada di atas bukit Lete Kiu (bukit mando’o) Lete yang berarti bukit dan Kiu yang berarti lingkaran atau lindungi.

     Setelah Sue Lai meninggal ia digantikan oleh anak perempuannya yaitu Suta So’u. Suta So’u memimpin sekitar tahun 1500-an dan ia membuat gagasan untuk membangun cekdam atau bendungan Kuli (ditempat tersebut ada sebuah gua yang bernama So’u Lua, gua ini adalah tempat duduk raja untuk memperhatikan masyarakat yang tengah membangun bendungan Kuli). Masyarakat akan bergegas untuk bekerja setiap jam empat pagi yang di awasi oleh raja sendiri sehingga bendungan itu dinamakan (Gua Selu) dan gua itu dinamakan (Suta Lua) tempat Suta Sou mengawasi masyarakat yang tengah bekerja membangun bendungan tersebut.

       Setelah Suta Sou meninggal ia digantikan oleh anak dari saudara kandungnya. Hal itu terjadi karena selama Suta So’u hidup ia tidak memiliki anak yang dapat dijadikan sebagai penggantinya. Sejak saat itu Koli Datok menggantikan posisi Suta So’u, kerajaan itu menjadi semakin maju dan makmur, karena stiap sawah-sawah yang ditanam oleh masyarakat semuanya subur, bahkan kawasan lautpun diberi batas dan orang-orangpun dilarang untuk sembarang masuk serta ladang-ladang yang adapun dijadikan sebagai miliknya. Sehingga pada akhirnya wilayah itu dinamakan wilayah Koli atau Nusak Koli yang sekarang disebut Nusak Kuli.

        Nama Kuli sebenarnya berasal dari kata Koli namun seiring berjalannya waktu cara pelafalannya pun berubah menjadi Kuli. Kerajaan Koli mulai berdiri sejak tahun 1500-an sampai 1600-an setelah itu para raja di setiap kerajaan yang berada di Rote datang untuk merebut harta yang dimiliki oleh kerajaan Koli, hal tersebut dilakukan atas dasar iri hati karena pada saat itu kerajaan Koli sangatlah makmur, karena memiliki hasil laut yang melimpah dan wilayah persawahan yang luas (yang hanya dimiliki oleh kerajaan Koli tau tidak dimiliki oleh kerajaan lain). Gabungan kerajaan ini seseorang yang bernama Ndi’I Hua. Pada saat keributan itu terjadi, semua masyarakat Koli melarikan diri, yang tertinggal hanyalah raja beserta keluarganya. Raja Koli terus berusaha untuk mempertahankan apa yang telah menjadi miliknya, namun karena terus diserang dan posisi raja semakin terdesak, sehingga raja dan keluarga melarikan diri untuk bersembunyi. Namun, raja Ndi’i Hua menemukan tempat persembunyian raja Koli lalu menangkapnya dan membawa kembali mereka ke tempat tinggal raja Koli. Raja Ndi’i Hua memberikan dua pilihan kepada raja Koli. Hidup atau mati, dan raja Koli memilih untuk tetap hidup maka harus mengucapkan sumpa bahwa semua harta milik raja Koli tidak boleh diraba atau memnjadi milik raja Koli lagi, sehingga bukit tersebut dinamakan bukit sumpah atau bukit mando’o.

    Setelah Ndi’i Hua menguasai tempat ini maka dia menjadikan Bukit Mando’o sebagai Benteng Pertahanan dan ketika Raja Lole memindahkan benteng pertahaan ke tempat lain maka Bukit Mando’o menjadi hutan belantara.

    Baru lah pada masa pemerintahan Bupati Cristian Nehemia Dillak, beliau membangun wisata di Bukit Mando’o yang diberi nama Bukit Mando’o atau Tangga Tiga Ratus( diberi nama Tangga Tiga Ratus karena pada proses pembanggunan pertama jumlah anak tangga 300 ). Wisata Tangga Tiga Ratus dibangun pada tahun 2004 dan memakan waktu pembaggunan sekitar 2 tahun ( 2004 – 2005), proses pembanggunan Tangga Tiga Ratus dikerjakan oleh orang Kuli dan orang Keka.

     Setelah Suta Sou meninggal ia digantikan oleh anak dari saudara kandungnya. Hal itu terjadi karena selama Suta So’u hidup ia tidak memiliki anak yang dapat dijadikan sebagai penggantinya. Sejak saat itu Koli Datok menggantikan posisi Suta So’u, kerajaan itu menjadi semakin maju dan makmur, karena stiap sawah-sawah yang ditanam oleh masyarakat semuanya subur, bahkan kawasan lautpun diberi batas dan orang-orangpun dilarang untuk sembarang masuk serta ladang-ladang yang adapun dijadikan sebagai miliknya. Sehingga pada akhirnya wilayah itu dinamakan wilayah Koli atau Nusak Koli yang sekarang disebut Nusak Kuli.

      Nama Kuli sebenarnya berasal dari kata Koli namun seiring berjalannya waktu cara pelafalannya pun berubah menjadi Kuli. Kerajaan Koli mulai berdiri sejak tahun 1500-an sampai 1600-an setelah itu para raja di setiap kerajaan yang berada di Rote datang untuk merebut harta yang dimiliki oleh kerajaan Koli, hal tersebut dilakukan atas dasar iri hati karena pada saat itu kerajaan Koli sangatlah makmur, karena memiliki hasil laut yang melimpah dan wilayah persawahan yang luas (yang hanya dimiliki oleh kerajaan Koli tau tidak dimiliki oleh kerajaan lain). Gabungan kerajaan ini seseorang yang bernama Ndi’I Hua. Pada saat keributan itu terjadi, semua masyarakat Koli melarikan diri, yang tertinggal hanyalah raja beserta keluarganya. Raja Koli terus berusaha untuk mempertahankan apa yang telah menjadi miliknya, namun karena terus diserang dan posisi raja semakin terdesak, sehingga raja dan keluarga melarikan diri untuk bersembunyi. Namun, raja Ndi’i Hua menemukan tempat persembunyian raja Koli lalu menangkapnya dan membawa kembali mereka ke tempat tinggal raja Koli. Raja Ndi’i Hua memberikan dua pilihan kepada raja Koli. Hidup atau mati, dan raja Koli memilih untuk tetap hidup maka harus mengucapkan sumpa bahwa semua harta milik raja Koli tidak boleh diraba atau memnjadi milik raja Koli lagi, sehingga bukit tersebut dinamakan bukit sumpah atau bukit mando’o.

    Setelah Ndi’i Hua menguasai tempat ini maka dia menjadikan Bukit Mando’o sebagai Benteng Pertahanan dan ketika Raja Lole memindahkan benteng pertahaan ke tempat lain maka Bukit Mando’o menjadi hutan belantara.

    Baru lah pada masa pemerintahan Bupati Cristian Nehemia Dillak, beliau membangun wisata di Bukit Mando’o yang diberi nama Bukit Mando’o atau Tangga Tiga Ratus( diberi nama Tangga Tiga Ratus karena pada proses pembanggunan pertama jumlah anak tangga 300 ). Wisata Tangga Tiga Ratus dibangun pada tahun 2004 dan memakan waktu pembaggunan sekitar 2 tahun ( 2004 – 2005), proses pembanggunan Tangga Tiga Ratus dikerjakan oleh orang Kuli dan orang Keka.

Jumat, 09 Desember 2022

A Story That Is Hidden And Has Happened

THE POWER OF MY PROCESS

Dalam kehidupan ini akan ada banyak proses yang kita lalui. Terkadang proses itu terlihat mudah. Namun, terkadang juga sulit. Tetapi ada juga beberapa hal yang sering terjadi di kehidupan kita. Proses itu mudah, namun kita yang terkadang membuatnya menjadi sulit. Seperti kita yang ingin menuju ke suatu tempat. Tinggal beberapa langkah lagi sudah akan sampai di tempat tujuan kita. Tetapi, kita lebih memilih untuk berbelok arah dan mencari jalan yang lain. Seharusnya Kan kita sudah sampai pada tujuan kita eh… malah kita yang mempersulit diri kita sendiri. Terkadang ada juga loh, yang Tuhan mau dan inginkan kita melewati proses yang panjang agar kita melatih kesabaran dan mental kita. Yah... itu terkadang. Proses masing-masing orang itu berbeda. Begitu juga dengan proses diriku yang berliku- liku dan banyak sekali jalan yang aku lalui. Hingga aku bisa berada di titik saat ini. Bahkan terkadang tanpa aku sadari Tuhan hebat. Begitu hebat.... Hingga, membawa diriku berada di proses dan titik saat ini.

Yah… part keduaku yang menceritakan tentang proses hidupku hingga saat ini. Aku memiliki alasan tersendiri untuk menceritakan kisah ini pada orang lain. Terlebih lagi menguploadnya di blog milikku. Alasan yang mungkin dan seringkali tidak bisa dipahami dan dimengerti oleh orang lain. Alasan aku akan ada di akhir dari kisah ini. Selamat membaca ya…. Semoga kalian mendapatkan nilai-nilai yang positif dari kisahku ini.

Waktu telah menunjukkan pukul 06.00 pagi. Saatnya aku untuk bergegas menyiapkan diriku menuju ke tempat yang aku sendiri belum paham ke mana akan aku pergi. Bersama orang yang baru beberapa pekan ada di sisiku saat itu. Yah… orang itu adalah papaku. Saat itu aku berumur 5 tahun 6 bulan lebih sedikit. Yah.. kira-kira tinggal berapa bulan.lagi aku akan berulang tahun yang ke-6. Hal itu merupakan saat pertama kali dalam hidupku untuk jalan dan pergi tanpa sosok mama. Di umur yang masih kecil dan belum memahami betapa kejamnya dunia ini aku melangkahkan kaki kecilku mengikuti kemanapun papaku akan pergi. Menuju ke suatu tempat yang bahkan belum pernah terlihat oleh mataku. Ku lambaikan tangan kananku saat berada di pintu pesawat. Melihat dan menatap mamaku yang berada di sudut bandara. Bahkan dengan sebuah senyuman yang tulus dan lebar. Aku tidak tahu hal itu akan menjadi sebuah pertemuan yang terakhir dalam masa pertumbuhan diriku. Mulai saat itu aku hidup jauh dan bahkan tidak pernah bertemu mamaku lagi. Pesawat itu membawa aku bersama papaku menuju ke suatu tempat. Biasanya orang mengenal tempat itu dengan nama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dan di tempat inilah aku tumbuh dan berkembang tanpa sosok mama yang mengajariku.

Saat tiba di NTT, aku turun di bandara El-Tari. Sebenarnya, aku tidak langsung datang ke NTT. Aku bersama papaku masih tinggal beberapa minggu di Jakarta. Saat berada di Jakarta aku tinggal bersama kakak laki-laki dari papaku. Jadi, bisa dibilang aku tinggal bersama bapak besarku. Bapak besarku memiliki 3 orang anak. Anak ketiganya seumuran dengan aku. Jadinya ya... setiap melakukan apa-apa bersama dia. Bahkan aku suka untuk mengikuti apa yang di lakukannya. Ada satu kisah pada saat aku berada di Jakarta. Saat itu bertepatan dengan jadwalnya sepupuku untuk mengikuti les baletnya. Pada saat itu aku mengikuti dia ke tempat les balet tersebut. Aku yang tidak terdaftar untuk mengikuti les balet itu malah di ajak oleh gurunya untuk ikut bergabung latihan. Ya.... itu pengalaman masa kecil yang paling seru.

Ada lagi kejadian yang terjadi. Aku sudah nyaman dengan lingkungan Jakarta. Aku mengatakan kepada papaku atas kenyamananku untuk aku tinggal dan bersekolah di sana. Papaku pun setuju agar aku sekolah di sana dan di urus oleh keluarga bapa besarku. Namun, Tuhan punya proses lain di dalam hidupku. Baru beberapa minggu berlalu mamaku yang berada di Medan mengatakan ingin mengambil aku untuk kembali ke Medan. Awalnya aku tidak tau kenapa secara tiba-tiba papaku menyuruh mama besarku untuk membawa aku ke NTT. Aku yang masih kecil kebingungan. Dengan diri aku yang sudah nyaman itu mama besarku membawa aku ke NTT. Tetapi, saat sampai di NTT aku meminta pada mama besarku untuk membawa diriku kembali ke Jakarta. Cuman satu saja yang sering di katakan oleh mama besarku bahwa aku harus bersekolah di NTT supaya di jaga sama oma aku. Dari kedua orang tua papaku hanya tersisa mama. Mama dari papaku lahir dan besar di NTT. Di mana oma aku berasal dari Molo, Kabupaten Soe, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hanya pada saat menikah dengan opaku mereka tinggal di Kota Kupang. Jadi, pada saat aku turun dari pesawat aku dibawa oleh mama besarku menuju ke Kota Kupang. Saat tiba disana ternyata ada oma aku. Aku yang masih kecil takut akan oma aku karena penyakit gondok yang dideritanya. Terlebih lagi saat melihat lehernya yang bengkak dan besar. Seiring berjalannya waktu baru aku memahami apa yang sedang dideritanya. Lanjut lagi pada prosesku.

Pada saat itu aku masih mengingat dengan jelas bahwa beberapa minggu setelah aku berada di Kupang, papaku yang pergi kerja kembali di Brunei Darussalam pulang membawa semua barang yang telah di tinggalkan di Brunei Darussalam. Anehnya ada satu kejadian yang membuatku sampai saat ini merasa mungkin Tuhan mau papaku memiliki kehidupan yang baru. Jadi, pada saat papaku membawa kembali semua barang dari Brunei. Ada 3 koper yang dibawa. Namun, ketika turun dari pesawat untuk mengambil barang di bagasi, hanya tertinggal 1 koper yang isinya penuh dengan bedcover dan sprei-sprei. Semua pakaian, surat-surat visa dan surat-surat lainnya yang berada di dalam koper hilang. Aku merasa bersyukur. Kenapa demikian?. Karena aku merasa bahwa memang itulah kehendak Tuhan untuk membuat papaku memulai hidup baru. Banyak kisah dari papaku yang aku bisa pelajari saat aku bertumbuh.

Seiring berjalannya waktu tibalah aku untuk masuk TK. Ya... aku masuk TK saat berumur 6 tahun. Mengapa demikian? ya... karena saat itu kepala sekolah tidak menerima aku untuk masuk SD disebabkan karena gangguan otakku yang bermasalah dari kedua orang tuaku. Jadinya ya.... aku TK 3 tahun. Awal pertama masuk sekolah di TK aku ditemani oleh opa dan omaku. Oh ya... aku lupa ketika tinggal di kupang aku tidak tinggal bersama oma kandung aku. Karena takut dan tidak nyamannya diriku. Aku lebih memilih tinggal bersama om kandung papaku yang biasanya aku panggil opa. Istrinya opa aku berasal dari Tangerang. Opa aku memiliki 4 orang anak. 2 laki-laki dan 2 perempuan. Anak bungsunya beda 4 tahun dari aku. Dia yang paling manis dari semua cewek-cewek di dalam rumah itu. Namanya Monica Sania Tanone. Biasanya aku panggil cece Nia. Saat ini dia sudah menjadi pramugari di pesawat Lion Air. Biasanya aku di urus ceceku. Mulai dari aku mandi, makan dan bermain bersama ceceku tersayang.

Semakin bertambahnya umur aku bertumbuh menjadi anak yang suka membangkang karena pergaulanku yang tidak baik. Ketika aku duduk di SD kelas 3, aku sudah memahami yang namanya pergaulan yang buruk. Mulai dari bolos sekolah, jalan-jalan dengan bemo dan kejahatan lainnya. Aku suka berteman dengan orang yang lebih dewasa dari umurku. Bahkan aku berteman dengan anak-anak kuliah. Aku juga suka melawan opa sama omaku. Terkadang aku suka keluyuran di rumah orang. Saat tinggal di Kupang, rumahku berada di dekat pantai. Lebih tepatnya di Oeba. Aku terkadang keluyuran di laut dengan menggunakan baju seragam. Yah... itu ketika aku SD dulu. Karena beberapa permasalahan. Papaku yang pada saat itu kerja di Pulau Rote mengatakan akan memindahkan sekolahku bersamanya. Akupun dipindahkan sekolah di Pulau Rote. Awalnya aku biasa saja dan merasa baik-baik saja kalau aku bersama papaku. Namun, kenyataan berbanding terbalik. Papaku itu orang yang keras didikannya. Aku pindah ke Pulau Rote saat kelas 4 SD. Teruntuk pertama kali nya aku datang ke Pulau Rote. Namun, aku tidak menyangka bahwa aku akan tinggal di Pulau Rote. Hal pertama yang aku tanyakan saat berada di Rote itu,” dimana tempat papaku tinggal?”. Aku kaget ketika papaku membawa aku pada sebuah kos yang begitu jauh dari dermaga Rote. Pada saat itu aku belum tau nama-nama tempat yang ada di Rote. jadinya ya… sepanjang jalan terus menerus bertanya-tanya. Awalnya saat datang aku berpikir bahwa kos yang aku datangi untuk pertama kali itu adalah kos tempat papaku tinggal. Namun, aku tidak menyangka kalau kos itu adalah milik seorang cewek yang telah dikenal oleh papaku selama papaku berada di Pulau Rote.


Kesan pertama saat aku bertemu dirinya itu adalah Dia orang yang baik dan murah senyum. Kebiasaanku yang membuat dia terkadang marah. Kadang aku juga sering dimarah dan ditegur jika aku berbuat salah dan melawan. Satu kebiasaan aku yang sampai saat ini bahkan belum hilang yaitu aku suka sambung-sambung mulut saat berbicara. Itu seperti memotong pembicaraan orang. Walaupun terkadang aku salah aku tidak pernah mau untuk mengakui kesalahan aku. Nah, awalnya aku marah dan tidak suka ada yang mengatur-atur hidupku. Karena aku sudah terbiasa dengan lingkungan bebas saat berada di Kupang. Terkadang aku merasa bahwa dia bukan siapa-siapa diriku kok dia suka mengatur-atur hidupku. Namun, sekarang dia menjadi orang yang sangat berarti bagiku. Orang yang paling super dalam perjuangan hidupku. Setelah aku masuk SMA baru aku menyadari apa yang selama ini aku lakukan. Aku terkadang terlalu keras kepala terhadap keputusan aku yang walaupun terkadang salah. Aku baru menyadari bahwa aku salah besar dalam menilai orang-orang yang ada disekitar diriku yang selalu sayang dan mau aku ditempat yang benar. Semua ini terjadi saat aku masuk di sekolah asrama. Lanjut ke prosesku…….

Seiring berjalannya waktu aku akan memasuki masa SMP. Masa ini adalah masa yang paling penting dimana para remaja sedang dalam masa peralihan dari remaja menuju dewasa termasuk diriku. Tibalah saat aku untuk menandatangani surat agar aku bisa masuk di sekolah itu. Waktu yang aku tunggu-tunggu pun tiba. Hingga saatnya aku mulai masuk di lingkungan SMP ini dan merasa nyaman dengan lingkunganku. Aku terjebak dalam pergaulan bebas. Semua teman aku adalah kakak kelas. Semua ini terjadi karena aku lebih nyaman berteman dengan orang yang lebih dewasa dari diriku. Beberapa bulan kemudian ada satu kejadian yang membuat orang mulai menganggap aku sebagai cewek nakal dan tak tahu etika. Pada waktu itu aku dan teman-teman gengku ketahuan oleh guru SMPku saat membawa rokok ke sekolah. Dan ini menjadi masalah besar bagiku karena ini merupakan kesalahan fatal yang aku lakukan. Seringkali aku melakukan onar di sekolah seperti: Lompat pagar, pasiar bemo, bolos sekolah dan lain-lainnya. But, tidak pernah menjadi permasalahan sebesar ini. Akupun pada saat itu langsung mendapatkan surat panggilan untuk orang tuaku. Keesokkan harinya papaku datang memenuhi surat panggilan itu. Aku yang pada saat itu sadar bahwa kenakalan yang aku lakukan terlalu berlebihan langsung merasa bahwa kesenangan semua itu hanya kepuasan sementara bahkan membuat malu orang tuaku. Sejak saat itu aku memutuskan untuk membuat orang tuaku bangga pada diriku dan tidak akan membuat malu orang tuaku lagi. Dari semua kenakalan itu, aku banyak dipandang negatif dari banyak orang. Mulai dari cewek nakal, tidak tahu malu dan banyak sekali kalimat negatif yang dilontarkan pada diriku. Aku merasa menjadi bahan bulian banyak orang. Akhirnya, aku memutuskan untuk merubah semua ini. Semua kenakalan diriku sangat berdampak pada prestasi aku.

Ketika kelas 1 semester 1 aku mendapat peringkat 6. Oh ya… aku dari SD selalu masuk 10 besar. Aku tidak pernah turun prestasi lewat dari 10 besar. Namun, ketika kelas 1 semester 2 aku turun ke peringkat 12. Aku yang pada saat itu sedang di puncak-puncaknya dicap sebagai pembuat onar merasa bahwa aku begitu down. Maka, aku mulai membuktikannya pada saat kelas 2 semester 1. Aku belajar mati-matian. Aku mulai menyusun semua perencanaan yang matang untuk menguasai materi pembelajaran. Ketika pulang sekolah yang biasanya tidak pernah belajar mengulangi materi di sekolah malah kini aku pelajari kembali. Semua berbanding terbalik dengan aku yang kelas 1 SMP. Begitu juga di kelas. Yang biasanya aku masuk terlambat saat istirahat malah kini aku tidak keluar kelas. Yang biasanya aku tidak bercanda bersama teman kelasku malah kini aku mulai bercanda dengan temanku. Maka, aku mulai berubah arah sedikit demi sedikit bahkan, aku mulai jarang bertemu dengan teman-teman lamaku lagi. Maka, ketika kelas 2 semester 1 untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku bisa membanggakan orang tuaku dengan meraih prestasi terbaikku dan mengerahkan sekuat tenagaku untuk mendapatkan prestasi terbaikku. Kali ini aku tidak mendapatkan peringkat yang buruk lagi. Aku mendapatkan peringkat 1 di dalam kelasku. Semua teman-temanku serta orang tuaku merasa bangga dengan hasil upayaku. I LOVE THIS IS PROCESS IN MY LIVE.

Tidak berhenti sampai disini saja. Semua orang yang dulu menganggap rendah aku kini heran kenapa aku bisa seperti itu. Bahkan aku bisa melawan semua keburukan yang mereka sering perkatakan pada diriku. Semua ini tidak lepas dari wali kelasku yang sangat aku kasihi dan aku sayangi. Wali kelasku ini begitu baik, mempunyai kreativitas yang tinggi serta suka membantu orang lain. Wali kelasku bernama Ibu Sumiyati Tapoin Spd. Guruku ini mengajar pelajaran Bahasa Indonesia. Dia guru yang berbeda di sekolahku. Bahkan bisa menjadi motivator yang keren dalam hidupku serta terkadang menjadi teman ceritaku didalam suka dan dukaku di setiap proses yang aku alami. Kata terima kasih tidak akan pernah cukup aku ucapkan padamu ibu. karena guruku adalah pahlawanku bahkan tanpa tanda jasa. Kau lakukan itu semua yang terbaik bagiku. Aku bisa menemukan guru-guru yang keren sepertinya di SMA aku sekarang. Guru yang mampu memahami murid bahkan dalam suka dan duka dirinya sendiri. Selain itu aku juga punya beberapa teman SMP yang selalu mendukungku. Mereka adalah:

1)Marlin Victoria Mandala (Marlin).

Cewek yang manis dan bergaya tomboi satu ini adalah salah satu orang yang paling sibuk ketika terjadi sesuatu dengan diriku. Terlebih lagi ketika aku melakukan kejahatan. Aku begitu dekat dengan dia. Kadang dia bisa menjadi tempat sandaran aku ketika lelah menjalani proses ini. Oh ya… aku juga menganggap dia sebagai saudaraku karena hubungan pertemanan kami yang dekat ini juga membawa aku mengenal orang tuanya. Bisa dibilang aku sama dia itu sefrekuensi.

2)Sarni Sombu (Sarni).



Orang yang sangat lembut dalam bertindak, mudah berteman (Friendly), suka tertawa/humoris serta tidak pernah mau adanya pertengkaran (Selalu menghindari pertengkaran).

3)Yasinta Haning (Sinta).



Orang yang paling pendiam dalam kelas, tidak suka orang yang banyak bicara dan akan cerewet jika sudah lama mengenal orang.

4)Elsi Naomi Ndolu (Elsi).



Kalo yang ini orang yang paling cerewet di kelompoknya kami, paling suka mengkritik orang jika menurutnya itu salah, jangan pernah korek dia jika tidak mau ada masalah karena dia itu mulutnya panas (Bisa buat sakit hati karena kata-katanya). But, paling suka diajak bercanda. Oh ya… paling asik kalo bicara masalah hati sama dia. Karena dia banyak pengalaman di bidang percintaan monyet.

5)Itamar Delaya Maileti (Delaya).




Orang Alor yang nyasar sampai Rote. Dia adalah cewek dengan berkepribadian yang tangguh, kerja keras dan suka humoris. Paling enak dan nyaman kalo bicara sama dia tentang sikap dan karakter kita yang harus dimaksimalkan. Karena dia adalah orang yang mempunyai sikap cukup matang dalam bertindak dan dia orang yang sangat netral di saat yang lain dalam permasalahan.

6)Margaret Aprilion Yunita Sooai (Ghe).



Kalau cewek ini itu orang pendiam di kelas tapi di kenal banyak orang saat di luar kelas. Anak yang cukup terkenal di angkatannya kami. Serta orang yang selalu berusaha dalam melakukan segala sesuatu. Apalagi kalau sudah berhubungan dengan tugas-tugas. Oh ya… dia orang yang sangat berintegritas dalam mengerjakan tugas dan ulangan.

7)Dheda Anasedetya Henukh (Dheda).



Orang yang ceria dan suka mencairkan suasana. Bahkan, di saat serius dia akan selalu membuat tertawa. Cerewet dan banyak bicara adalah salah satu sifatnya. Walaupun, kadang menjengkelkan tapi ada untungnya juga.

8)Angel Ruth Mandala (Angel).



Tidak bisa banyak kata yang aku lukiskan untuk orang ini. Karena dia orang yang susah untuk terbuka pada diriku. Dia lebih dekatnya pada Dheda. Bukan pada diriku. Kadang aku cuman untuk ikut-ikutan saja saat cerita barang mereka. oh.. satu lagi. Dia tidak suka untuk terlalu mencolok dan di lihat oleh banyak orang. Dia juga tidak suka kalau orang terlalu heboh dalam melakukan segala sesuatu.

Kisah ini aku ceritakan kepada kalian semua untuk kalian bisa memahami bahwa proses yang kalian alami mungkin akan terasa sulit. Aku juga terkadang merasakan seperti itu. Terlebih di saat aku sedang terpuruk. Tapi sadarkah kalian bahwa, proses yang kalian alami ini akan ada jalan keluar yang Tuhan berikan dalam hidup kalian?. Ataukah kalian terkadang berpikir bahwa Tuhan kenapa memberikan kami proses yang berat seperti ini?. Semua jawabannya adalah satu. Tuhan ingin membentuk kalian semua dengan caranya tersendiri bahkan membentuk diriku juga. Sadarlah kalian bahwa apa yang kita alami sekarang akan menjadi cerita kita kepada orang lain untuk memberkati orang lain dari pengalaman hidup kita.


God Bless You All

Biodata Penulis:

Cewek yang berdarah Medan, Sumatera Utara ini bernama Angelika Dian Timoro. Biasanya kerap dipanggil Angel. Lahir pada tanggal 03-Juni-2004. Memiliki warna kesukaan biru. Ada banyak cerita yang ingin dibagikan kepada orang lain dari pengalaman hidupnya Angel. Karena hobi menulis, dia pun mengeluarkan semua perasaan dan ekspresinya lewat tulisan di blog ini. Pemilik akun instagram angelika_dian_timoro ini juga menyukai yang namanya bintang. Karena menurut Angel bintang itu unik dan indah. Saat ini dia sedang tinggal di Pulau Rote. Pulau yang terletak paling Selatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Angel sekarang sedang melakukan pendidikan di bangku menengah atasnya. Bahkan sedang menentukan tujuan untuk pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Oh ya… kalian jangan lupa komen ya… jika telah membaca blog milik Angel ini. Karena semakin banyak masukan yang diberikan, maka akan semakin baik karya yang dihasilkan Angel…. Semoga harimu menyenangkan ya…..

Senin, 10 Oktober 2022

Secret Diary Di@n_


Perjalananku Yang Berlika-Liku



    Halo guys….. Kenalin nama aku Angelika Dian Timoro. Biasanya nih orang memanggil aku dengan nama Angel. Tetapi, semua berubah saat aku masuk SMA. Dengan sekolah bersistem asrama ini, banyak orang yang manggil aku dengan nama Dian. Tau nggak arti nama aku?. Nggak tau kan. Aku beri tau nih, nama Angelika artinya seperti malaikat (hehe….Iyakan?). Trus arti Dian Itu penerang loh….(Bisa terangi hati loh…😄hehe… Canda doang….). Sedangkan, Timoro itu bukan marga aku. Tetapi, itu singkatan dari Timor Molo. Tau nggak itu dimana?. Itu nama sebuah kecamatan di kabupaten Soe. Tepat di bawah kaki gunung mutis. Di tempat itu dingin sekali. Kalau kalian datang ke sana, kalian akan menikmati pemandangan yang indah sekali. So, arti nama aku itu adalah Seperti Malaikat Penerang dari Timor Molo (Keren kan?).
    Oh ya… sekarang aku sudah kelas 3 SMA di SMA Kristen Indonesia Sejahtera dengan umur aku yang udah kelewatan tua. Sekarang aku sudah umur 18 tahun loh... Banyak proses yang aku alami. Selama 18 tahun ini ada banyak hal yang membuat aku belajar menjadi pribadi yang tangguh, dewasa dan kuat menghadapi setiap proses dan tantangan. Pasti ada banyak orang yang begitu membenci sebuah masalah. Berbeda dengan diri aku. Aku begitu menyukai masalah. Karena, dari masalah aku bisa menjadi pribadi yang lebih kuat loh… Seringkali, aku juga ada di titik lelah untuk menghadapinya. Namun, kembali lagi ke diri sendiri mau berusaha atau tidak. Mending jalani aja karena kita tidak akan pernah bisa untuk menghindari masalah. Semakin kita menghindar, akan semakin menjadi masalah dalam diri kita. Hadapilah setiap proses yang kalian dapatkan. Semua hal ini baru aku pelajari saat aku masuk SMA.
    Sebelum aku masuk SMA, aku adalah salah satu cewek yang nakal di sekolah aku. Mulai dari lompat pagar, bolos sekolah, dan lain-lainnya yang berhubungan dengan hal umumnya anak nakal. Bahkan aku memiliki teman-teman geng yang rata-rata semua kakak kelasku. Perkumpulan ini biasanya tidak diketahui oleh guru-guru di sekolahku. Karena Ini adalah sebuah perkumpulan yang rahasia. Ketika kami berkumpul ada banyak hal yang kami lakukan. Salah satunya adalah bermain hp. Kenapa demikian?. Kalian pasti penasaran ya… Karena di sekolahku tidak diperbolehkan untuk membawa handphone ke sekolah. Jadinya ya… kami bermain handphone secara diam-diam. Geng kami selalu membuat ulah. Ada saja yang akan menjadi masalah. Itulah kami yang di kenal selalu membuat onar. Tidak masalah(😆) karena kini hal itu menjadi pelajaran yang berharga buat diriku. Dan ini merupakan bagian coretan kisah hidupku. Semuanya menjadi berubah ketika, suatu siang saat jam pelajaran sekolah. Ada dua orang guru yang datang ke SMP ku untuk mensosialisasikan tentang sekolah menengah atas kristen Indonesia Sejahtera atau yang dikenal dengan SMAKr. ISRA. Inilah awal mula kisah diriku. Tentang proses yang terjadi dalam hidupku. Ketika guru-guru menjelaskan tentang sekolah itu aku menjadi tertarik dengan sebuah jadwal yang dijelaskan. Hal inilah yang membuat aku untuk ingin cepat-cepat pulang dan memberitahukan kepada orang tuaku tentang sekolah itu.

    Tanpa ku sadari bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 14.00. Kini saatnya waktu aku untuk pulang. Jarak rumahku dengan sekolah cukup jauh. Setiap paginya aku berangkat bersama papaku oleh motor sedangkan siangnya aku terkadang pulang jalan kaki bersama teman-teman atau naik bemo. Siang ini aku lebih memilih untuk jalan kaki karena uang milikku telah ku habiskan untuk membeli jajan sehingga, aku tidak memiliki uang lagi untuk naik bemo. Terus kulangkahkan kaki ku agar aku bisa sampai di rumah lebih cepat. Memburu waktu agar aku bisa mengatakan tentang sekolah tersebut kepada orang tuaku. Ketika sampai di rumah aku melihat bahwa tidak ada orang di tempat usaha papa ku. Oh ya….. aku lupa belum memperkenalkan kepada kalian tentang pekerjaan orang tuaku. Papaku bekerja sebagai wirausaha. Yang bekerja membuka tempat cuci motor, mobil dan laundry (Cuci pakaian). Sedangkan, mama ku bekerja sebagai apoteker (Bukan mama kandungku 😓melainkan mama kedua ku). Tempat usaha papa ku berada disebelah rumahku. Jadi ya… aku bisa tau ada atau tidak adanya papa ku dari situ. Kalau papa ku tidak di rumah ya.. berarti tidak buka tempat cuci sedangkan, kalau papa ku berada dirumah ya…. berarti buka tempat cuci. Dan saat itulah papaku sedang tidak berada di rumah. Maka, akupun harus menunggu lagi untuk membicarakan tentang sekolah itu.
    Seiring berjalannya waktu sudah menunjukkan malam hari. Aku rasa menjalani waktu ini dengan begitu lama. Kini tiba waktu makan malam . Sedari siang aku sudah tidak sabar untuk membicarakan tentang sekolah itu kepada orang tuaku. Namun, karena mereka sibuk maka aku akhirnya menunda untuk mengatakan tentang sekolah itu kepada mereka. Ketika makan malam tiba aku membuka pembicaraan tentang rencana aku untuk melanjutkan sekolah menengah atas di Bali. Ya… waktu SMP aku ingin masuk sekolah menengah atas dengan sistem asrama yang berada di Bali. Sekolah katholik yang berswasta. Namun, keinginan itu aku urungkan karena mendapat sosialisasi yang dilakukan oleh guru-guru dari SMA Kristen Indonesia Sejahtera itu. Akhirnya, dengan to the point aku mengatakan tentang sekolah itu kepada orang tuaku. Mereka akhirnya setuju bahwa aku masuk di sekolah itu. Untuk masuk di sekolah itu tidak mudah. Aku harus menunggu lama tanpa satu kepastian yang pasti untuk bisa dites oleh guru-guru yang berada di SMA itu. Ditambah lagi banyak teman-teman SMPku yang meragukan kalau aku pasti bisa lulus untuk masuk di SMA itu. Karena sikap dan perilaku ku yang nakal dan sembrono. Namun, aku berusaha membuktikan tentang siapa diri aku sebenarnya. Aku membuktikan diriku lewat prestasiku. Setiap kali akhir semester aku selalu mendapat peringkat 10 besar. Namun, ketika aku terkena kasus dan masalah peringkatku jadi menurun 12. Maka, aku pun terus mendukung diriku sendiri untuk terus belajar dan meraih setiap prestasi ku. Jadi, ketika suatu kali pada penerimaan raport juaraku naik menjadi 1 di kelasku. Ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi diriku bahwa aku mampu menunjukkan diriku yang sebenarnya kepada orang-orang yang sering meremehkan dan meragukan diriku.
    Keesokkan harinya, ketika orang tuaku setuju untuk aku masuk di SMA itu, aku mengatakannya kepada beberapa teman SMP ku. Ada teman-temanku yang setuju kalau aku masuk di sekolah itu. Ada juga teman-temanku yang tidak menginginkan aku untuk masuk di sekolah itu. Karena, keinginan mereka untuk kami bisa melanjutkan sekolah menengah atas bersama-sama lagi. Namun, tekad dan keinginan aku yang kuat, diriku tetap gigih untuk mendaftarkan diri di sekolah itu. Pada saat itu detik-detik terakhir masa sekolah bertatapan secara langsung. Karena virus corona yang sedang menyebar. Jadi, kami tidak mendapat ujian sekolah berbasis komputer. Bahkan sekolah kami diliburkan untuk sementara.
Prosesku di masa SMP tidak mudah. Aku dicap sebagai anak nakal. Aku tidak pernah peduli karena yang aku pikirkan bahwa aku yang paling tau siapa diriku dan batas kemampuan ku.
    Ketika pulang sekolah aku melihat bahwa orang tuaku sedang berada di rumah. Aku pun meminta orang tuaku untuk mengurus bersama ku setiap persyaratan untuk masuk di SMAKr. ISRA(Singkatan dari Indonesia Sejahtera). Dalam hari itu juga setiap persyaratan itu telah ku selesaikan bersama papaku. Mulai dari mengisi formulir, surat dari gereja setempat/ dari kepala desa, dan lain-lainnya. Dengan optimis dan rasa percaya diri yang tinggi bahwa aku bisa lolos di sekolah itu. Tibalah saatnya untuk tes. Namun, ketika guru itu datang untuk mengetes kami, yang mendaftar pada saat itu aku tidak ada persiapan untuk belajar. Karena pada saat itu aku sedang bermasalah dengan orang tuaku karena penggunaan medsosku secara sembunyi-sembunyi untuk berkomunikasi bersama mama kandungku dan untuk pacaran (😉). Ya seperti anak remaja umumnya yang baru naik-naik badan. Aku pacaran secara sembunyi-sembunyi dari orang tuaku karena takut kena marah dan takut ketahuan dari orang tuaku. Jadinya, ya….. begitulah.
    Pada saat tes aku merasa gugup dan tidak tau apa yang harus kuisi. Bahkan, pada saat wawancara aku tidak tau harus berkata apa, saat tes tulis aku mengisi apa saja yang aku tau, dan saat tes koran aku berusaha untuk berkonsentrasi dan mengisinya secara cepat. Aku berusaha untuk memfokuskan pikiranku dites saat itu namun, aku tidak bisa. Aku gugup sekali. Keyakinanku untuk lulus sangat sedikit. Setelah tes kami pulang kembali kerumah. Aku pulang sampai dirumah saat sore hari. Saat itu aku pulang bersama Ms. Dian Satrie Monas. Guru yang merektrut dari sekolah ISRA. Sesampainya dirumah aku tidak membicarakan apapun bersama orang tuaku. Bahkan perihal kalau aku sudah tes untuk masuk di ISRA. Aku membiasakan diriku saja bahkan, sampai 3 minggu kemudian Ms. Dian datang ke rumahku untuk menandatangani perjanjian dan kontrak sekolah. Aku kaget akan kedatangan Ms. Dian ke rumahku. Karena aku tidak menyangka kalau aku akan masuk ke sekolah itu dan diterima.
    Pada saat pengumuman yang lulus di ISRA itu bertepatan dengan pengumuman kelulusan sekolah dan namaku tertera dibagian lolos secara murni bukan cadangan. Aku merasa bersyukur sekali kalau aku bisa masuk di sekolah itu. Bahkan, banyak teman-temanku yang tidak percaya tentang kelulusanku secara murni di sekolah itu. Mereka tidak yakin akan hal itu dan mereka juga merendahkan diriku. ( Wow … aku ternyata mampu mengalahkan perkataan mereka yang selalu mencap diriku tentang hal buruk🤪. Kali ini aku menang melawan mereka. Melawan setiap perkataan dan tindakan yang selalu membuli aku. Kutaklukkan semua rasa takut dalam diriku. Dan saat ini aku mampu berdiri di sekolah ini.
    Waktu berjalan begitu cepat. Mentari telah berjalan ke arah timur. Kini saatnya aku untuk bangun dan bergegas menyiapkan diriku agar pergi ke sekolah. Sekolah yang begitu jauh dan tak seperti biasanya. Mulai saat ini aku harus berangkat sekolah sendirian, bahkan tinggal jauh dari orang tuaku. Hanya 6 bulan sekali aku bisa pulang dan melihat orang tuaku. Ya….. mulai saat ini aku telah masuk sekolah menengah atas di ISRA. Saat telah dinyatakan lulus untuk masuk di sekolah itu aku sudah menunggu-nunggu untuk segera pergi ke sekolah itu. Menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Kupikir di sekolah itu akan ada banyak anak-anak yang pintar-pintar dan cermat yang lebih dari diri ku. Namun, saat aku telah berada di sekolah itu aku memiliki pemikiran yang berbeda. Di sekolah itu tidak pernah menilai prestasi. Yang lebih dinilai adalah karakter dan attitude seseorang. Nilai guna dan kehidupan sehari-hari seseorang yang selalu di perhatikan dan dinilai. Di sekolah itu semua anak-anak dan murid memiliki sebuah perkumpulan yang akan dikepalai oleh seorang guru atau yang biasa disebut Mentor (Perkumpulan itu bernama Clik).
    Saat pertama kali datang aku melakukan satu kesalahan yang membuat diriku untuk pulang kembali ke rumahku. Ya…. Karena aku tidak membawa surat keterangan sehat dari rumah sakit. Jadinya ya…. Aku pulang kembali ke rumahku untuk besoknya datang membawa surat keterangan sehat. Waktu terus berjalan dan kini aku megikuti MPLS (Tau MPLS tidak? MPLS itu masa pengenalan lingkungan sekolah yang biasanya ada waktu anak baru masuk.) Aku mengikuti MPLS dengan baik. Bahkan tidak terlalu memikirkan orang tua ku lagi.


    Di angkatan aku berjumlah 20 orang. Setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Walaupun sulit untuk menyatukan perbedaan yang ada kami, 20 orang tetap bersatu dan tetap saling mengasihi kok. Terkadang juga ada sih… pertengkaran kecil-kecilan yang didasari pada perbedaan pendapat atau suatu keputusan. Satu hal yang aku paling ingat bahwa, saudara kandung aja pasti bertengkar apalagi….. kita yang dari berbeda-beda tempat dan latar belakang keluarga pasti ada sajalah yah, yang bertengkar atau berdebat. Ya… kami tetap saling mengasihi kok(Sesuai poin aplikasi. Walaupun sulit tapi bisa dilakukan dengan mindset yang berbeda🥰. 20 orang teman aku itu dibagi dalam 2 jurusan. Kalau aku sendiri jurusan IPS yang dengan jumlah murid tersedikit di kelas peminatan. Kami berjumlah 8 orang. Hanya sayangnya, 1 orang harus keluar ditengah perjalanan kami ketika kami sama-sama sedang berjuang karena sakit yang dideritanya. Jadi, ya… kami sekarang berjumlah 7 orang saja. 7 orang ini ada:

1)Astrid Thine.
Orang yang bicara hanya hal-hal yang esensi.(Calon Pendeta)👰

2)Irmawati Angela Adu.
Cewek cantik yang super diam yang harus berproses jauh dari diri kami🧑‍🎓

3)Helga Triwinda Mafo.
Cewek yang banyak gaya dan paling penyayang.(Calon Pengusaha)👰

4)Juwitni Marleni Luisa Dalle.
Orang yang paling power dan tidak akan pernah menyerah dengan apa yang ingin didapat.(Calon Psikolog)🧑‍⚕

5)Michele Calista Ndeo.
cewek yang paling keren dalam bidang ketrampilan baik dalam music maupun alat mucik .(Calon Fotografer)📸

6)Randy Tambaru.
Cowok yang berpikir paling kritis diangkatan kami.(Calon Tentara)💂

7)Sujen Juandro Dethan.
Orang yang paling kasar dalam bertindak tapi lembut dalam hati.(Calon Guru Olahraga)🙍

    Yah… inilah kelas Ips. Terkadang di kelas Ips ada beberapa kejadian. Seperti keributan, perdebatan mulut dan lain-lainnya. Dan memang inilah kelas kami. Selanjutnya kelas Ipa. Oh ya… aku lupa ada tambahan 1 orang di angkatannya kami karena beberapa hal yang membuat dia ada di angkatan kami. Kalau aku pikir-pikir bisa lah dia menjadi salah satu pelengkap diantara kami yang kurang 1 orang. Dia sangat pintar dibidang pelajaran. Apalagi di pelajaran matematika. Awal-awalnya sulit saat membuka pembicaraan. Tetapi, akhir-akhirnya angkatan kami mulai bisa bercanda dan bermain gila bersama. Anak-anak IPA menjadi 13 orang. Yaitu:

1)Evelyn Celestine Tauk.
Cewek bergingsul yang manis dan cerewet.(Calon Dokter)

2)Adhi Gabriel Putra Bolla.
Cowok lembut dan baik hati yang tekadang bikin jengkel.(Calon Pembisnis)

3)Alvandi Liu.
Cowok paling hyper aktif dalam kelas dan tidak akan pernah diam.(Calon dokter)

4)Angely Siokain
Yang paling muda dan termuda diangkatannya kami.

5)Brusche Wiliam Zacharias.
Orang yang paling bisa menyelesaikan setiap masalah angkatan kami dan yang paling adil dalam bertindak.(Calon diplomat).

6)Jordy Kastelo Mail.
Orang yang paling netral dalam bertindak dan berkata(Calon Polisi).

7)Iren Suryani Kore.
Cewek humor yang suka menghibur banyak orang dan membuat ketawa angkatan kami.(Calon guru SD)

8)Clara Anastacia Tolla.
Putri Tari Rote Ndao tahun 2022. Orang yang berjuang keras untuk keluar dari zona nyamannya.

9)Katrin Ovliana Welkis.
Orang yang sangat keren dibidang musik diangkatannya kami. Katrin bisa memfeeling sebuah nada yang baru didengarnya dan bisa memainkan alat musik sesuai dengan lagu yang didengarnya.(Calon Dokter)

10)Riko Alvrido Tupu.
Orang yang ahli di mengotak-atik suatu barang (Untuk diperbaiki lah ya…)

11)Gerald Eugene Lekeama Ballo.

Orang cerdas yang terkadang menjengkelkan banyak orang. Salah satunya diriku.(Calon dokter)

12)Putri Angelia Lenggu.
Salah satu orang keren dibidang biologi. Pernah ikut ksn dan juara 1 tingkat kabupaten.

13)Frid Beten.
Inilah kaka yang paling keren diangkatannya kami. Dia sangat pintar dibidang pelajaran. Terutama di pelajaran matematika. Semua materi matematika dikuasainya.

    Hingga tanpa ku sadari aku telah menyelasaikan 1 semester dengan baik. Saat ini natal pertama yang aku ikuti disekolah ini. Ada banyak kegiatan yang diadakan di natal sekolah kali ini. Mulai dari Fashion Show, dance💃,menyanyi 🧑‍🎤 dan acara-acara lainnya. Natal sekolah ini dilakukan tanpa orang tua. Jadi ya…. Kami para siswa-siswi dan guru-guru saja yang natal bersama. Inilah merupakan pengalaman pertama ya…..
    Waktu pun berjalan tanpa ku sadari kini aku sudah naik ke kelas 2 SMA. Ada banyak pengalaman yang aku dapatkan. Bagaimana diriku mau untuk diproses, menerima diri apa adanya, dan mau dibentuk. Terkadang diriku tidak menyangka kalau aku telah sampai pada detik ini. Dikelas 2 ini ada banyak sekali tanggung jawab yang diberikan kepada kami angkatan IV. Mulai dari ketua divisi, ketua kamar dan ketua-ketua yang lain. Aku tidak pernah menjadi ketua divisi tetapi aku pernah menjadi kapten klik. Seorang kapten clik itu adalah seorang pemimpin yang tugasnya mengatur anggota-anggotanya, mengontrol piket harian semua anggota, dan membuat jadwal piket harian maupun piket meja anggotanya (WOW….. keren kan menjadi seorang pemimpin). Tetapi tidak mudah dan tidak gampang loh… makanya di sekolah ini aku belajar banyak sekali dalam mempersiapkan diriku ini. Terkadang kita sebagai pemimpin harus memposisikan diri kita sebagai anggota. Terkadang juga kita sebagai anggota harus bisa memposisikan diri sebagai pemimpin. Jadi, sama-sama harus saling menyadari apa kesusahan dalam posisi kita. Baik itu sebagai pemimpin maupun sebagai anggota suatu kelompok harus adanya sikap bisa merqasakan diri sebagai diri orang.
    Proses aku dikelas 3 juga tidak kalah seru. Di masa ini aku sedang sibuk-sibuknya mencari kampus. Ya…. itu proses aku saat ini. Yang sibuk dengan berbagai macam kegiatan. Belum lagi harus kejar materi. Supaya di semester 2 aku tidak kalang kabut lagi dalam menyelesaikan materi pelajaran yang ada. Aku sedang berusaha untuk mengikuti alur waktu yang ada agar aku bisa melakukan semua dengan maksimal. Terkadang berat namun, aku tetap menjalaninya. Karena suatu tantangan akan datang saat kita akan mencapai suatu kesuksesan. Jadi, ya… jalani aja. Karena hidup ini hanya satu kali aja untuk kita lalui. Tetap semangat ya.. teman-teman dalam menjalani hidup kalian. Inilah akhir kisah dari hidupku selama masa proses Sma aku di Sma Kristen Indonesia Sejahtera.

Semoga memberkati teman-teman dan saudara-saudara sekalian.

HISTORY OF MANDO'O HILL

    SEJARAH BUKIT MANDO'O       Pada tahun 1300 ada sekumpulan orang yang datang dari Rote bagian timur (orang-orang ini berasal dar...