Perjalananku Yang Berlika-Liku
Halo guys….. Kenalin nama aku Angelika Dian Timoro. Biasanya nih orang memanggil aku dengan nama Angel. Tetapi, semua berubah saat aku masuk SMA. Dengan sekolah bersistem asrama ini, banyak orang yang manggil aku dengan nama Dian. Tau nggak arti nama aku?. Nggak tau kan. Aku beri tau nih, nama Angelika artinya seperti malaikat (hehe….Iyakan?). Trus arti Dian Itu penerang loh….(Bisa terangi hati loh…😄hehe… Canda doang….). Sedangkan, Timoro itu bukan marga aku. Tetapi, itu singkatan dari Timor Molo. Tau nggak itu dimana?. Itu nama sebuah kecamatan di kabupaten Soe. Tepat di bawah kaki gunung mutis. Di tempat itu dingin sekali. Kalau kalian datang ke sana, kalian akan menikmati pemandangan yang indah sekali. So, arti nama aku itu adalah Seperti Malaikat Penerang dari Timor Molo (Keren kan?).

Oh ya… sekarang aku sudah kelas 3 SMA di SMA Kristen Indonesia Sejahtera dengan umur aku yang udah kelewatan tua. Sekarang aku sudah umur 18 tahun loh... Banyak proses yang aku alami. Selama 18 tahun ini ada banyak hal yang membuat aku belajar menjadi pribadi yang tangguh, dewasa dan kuat menghadapi setiap proses dan tantangan. Pasti ada banyak orang yang begitu membenci sebuah masalah. Berbeda dengan diri aku. Aku begitu menyukai masalah. Karena, dari masalah aku bisa menjadi pribadi yang lebih kuat loh… Seringkali, aku juga ada di titik lelah untuk menghadapinya. Namun, kembali lagi ke diri sendiri mau berusaha atau tidak. Mending jalani aja karena kita tidak akan pernah bisa untuk menghindari masalah. Semakin kita menghindar, akan semakin menjadi masalah dalam diri kita. Hadapilah setiap proses yang kalian dapatkan. Semua hal ini baru aku pelajari saat aku masuk SMA.
Sebelum aku masuk SMA, aku adalah salah satu cewek yang nakal di sekolah aku. Mulai dari lompat pagar, bolos sekolah, dan lain-lainnya yang berhubungan dengan hal umumnya anak nakal. Bahkan aku memiliki teman-teman geng yang rata-rata semua kakak kelasku. Perkumpulan ini biasanya tidak diketahui oleh guru-guru di sekolahku. Karena Ini adalah sebuah perkumpulan yang rahasia. Ketika kami berkumpul ada banyak hal yang kami lakukan. Salah satunya adalah bermain hp. Kenapa demikian?. Kalian pasti penasaran ya… Karena di sekolahku tidak diperbolehkan untuk membawa handphone ke sekolah. Jadinya ya… kami bermain handphone secara diam-diam. Geng kami selalu membuat ulah. Ada saja yang akan menjadi masalah. Itulah kami yang di kenal selalu membuat onar. Tidak masalah(😆) karena kini hal itu menjadi pelajaran yang berharga buat diriku. Dan ini merupakan bagian coretan kisah hidupku. Semuanya menjadi berubah ketika, suatu siang saat jam pelajaran sekolah. Ada dua orang guru yang datang ke SMP ku untuk mensosialisasikan tentang sekolah menengah atas kristen Indonesia Sejahtera atau yang dikenal dengan SMAKr. ISRA. Inilah awal mula kisah diriku. Tentang proses yang terjadi dalam hidupku. Ketika guru-guru menjelaskan tentang sekolah itu aku menjadi tertarik dengan sebuah jadwal yang dijelaskan. Hal inilah yang membuat aku untuk ingin cepat-cepat pulang dan memberitahukan kepada orang tuaku tentang sekolah itu.

Tanpa ku sadari bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 14.00. Kini saatnya waktu aku untuk pulang. Jarak rumahku dengan sekolah cukup jauh. Setiap paginya aku berangkat bersama papaku oleh motor sedangkan siangnya aku terkadang pulang jalan kaki bersama teman-teman atau naik bemo. Siang ini aku lebih memilih untuk jalan kaki karena uang milikku telah ku habiskan untuk membeli jajan sehingga, aku tidak memiliki uang lagi untuk naik bemo. Terus kulangkahkan kaki ku agar aku bisa sampai di rumah lebih cepat. Memburu waktu agar aku bisa mengatakan tentang sekolah tersebut kepada orang tuaku. Ketika sampai di rumah aku melihat bahwa tidak ada orang di tempat usaha papa ku. Oh ya….. aku lupa belum memperkenalkan kepada kalian tentang pekerjaan orang tuaku. Papaku bekerja sebagai wirausaha. Yang bekerja membuka tempat cuci motor, mobil dan laundry (Cuci pakaian). Sedangkan, mama ku bekerja sebagai apoteker (Bukan mama kandungku 😓melainkan mama kedua ku). Tempat usaha papa ku berada disebelah rumahku. Jadi ya… aku bisa tau ada atau tidak adanya papa ku dari situ. Kalau papa ku tidak di rumah ya.. berarti tidak buka tempat cuci sedangkan, kalau papa ku berada dirumah ya…. berarti buka tempat cuci. Dan saat itulah papaku sedang tidak berada di rumah. Maka, akupun harus menunggu lagi untuk membicarakan tentang sekolah itu.
Seiring berjalannya waktu sudah menunjukkan malam hari. Aku rasa menjalani waktu ini dengan begitu lama. Kini tiba waktu makan malam . Sedari siang aku sudah tidak sabar untuk membicarakan tentang sekolah itu kepada orang tuaku. Namun, karena mereka sibuk maka aku akhirnya menunda untuk mengatakan tentang sekolah itu kepada mereka. Ketika makan malam tiba aku membuka pembicaraan tentang rencana aku untuk melanjutkan sekolah menengah atas di Bali. Ya… waktu SMP aku ingin masuk sekolah menengah atas dengan sistem asrama yang berada di Bali. Sekolah katholik yang berswasta. Namun, keinginan itu aku urungkan karena mendapat sosialisasi yang dilakukan oleh guru-guru dari SMA Kristen Indonesia Sejahtera itu. Akhirnya, dengan to the point aku mengatakan tentang sekolah itu kepada orang tuaku. Mereka akhirnya setuju bahwa aku masuk di sekolah itu. Untuk masuk di sekolah itu tidak mudah. Aku harus menunggu lama tanpa satu kepastian yang pasti untuk bisa dites oleh guru-guru yang berada di SMA itu. Ditambah lagi banyak teman-teman SMPku yang meragukan kalau aku pasti bisa lulus untuk masuk di SMA itu. Karena sikap dan perilaku ku yang nakal dan sembrono. Namun, aku berusaha membuktikan tentang siapa diri aku sebenarnya. Aku membuktikan diriku lewat prestasiku. Setiap kali akhir semester aku selalu mendapat peringkat 10 besar. Namun, ketika aku terkena kasus dan masalah peringkatku jadi menurun 12. Maka, aku pun terus mendukung diriku sendiri untuk terus belajar dan meraih setiap prestasi ku. Jadi, ketika suatu kali pada penerimaan raport juaraku naik menjadi 1 di kelasku. Ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi diriku bahwa aku mampu menunjukkan diriku yang sebenarnya kepada orang-orang yang sering meremehkan dan meragukan diriku.
Keesokkan harinya, ketika orang tuaku setuju untuk aku masuk di SMA itu, aku mengatakannya kepada beberapa teman SMP ku. Ada teman-temanku yang setuju kalau aku masuk di sekolah itu. Ada juga teman-temanku yang tidak menginginkan aku untuk masuk di sekolah itu. Karena, keinginan mereka untuk kami bisa melanjutkan sekolah menengah atas bersama-sama lagi. Namun, tekad dan keinginan aku yang kuat, diriku tetap gigih untuk mendaftarkan diri di sekolah itu. Pada saat itu detik-detik terakhir masa sekolah bertatapan secara langsung. Karena virus corona yang sedang menyebar. Jadi, kami tidak mendapat ujian sekolah berbasis komputer. Bahkan sekolah kami diliburkan untuk sementara.
Prosesku di masa SMP tidak mudah. Aku dicap sebagai anak nakal. Aku tidak pernah peduli karena yang aku pikirkan bahwa aku yang paling tau siapa diriku dan batas kemampuan ku.
Ketika pulang sekolah aku melihat bahwa orang tuaku sedang berada di rumah. Aku pun meminta orang tuaku untuk mengurus bersama ku setiap persyaratan untuk masuk di SMAKr. ISRA(Singkatan dari Indonesia Sejahtera). Dalam hari itu juga setiap persyaratan itu telah ku selesaikan bersama papaku. Mulai dari mengisi formulir, surat dari gereja setempat/ dari kepala desa, dan lain-lainnya. Dengan optimis dan rasa percaya diri yang tinggi bahwa aku bisa lolos di sekolah itu. Tibalah saatnya untuk tes. Namun, ketika guru itu datang untuk mengetes kami, yang mendaftar pada saat itu aku tidak ada persiapan untuk belajar. Karena pada saat itu aku sedang bermasalah dengan orang tuaku karena penggunaan medsosku secara sembunyi-sembunyi untuk berkomunikasi bersama mama kandungku dan untuk pacaran (😉). Ya seperti anak remaja umumnya yang baru naik-naik badan. Aku pacaran secara sembunyi-sembunyi dari orang tuaku karena takut kena marah dan takut ketahuan dari orang tuaku. Jadinya, ya….. begitulah.
Pada saat tes aku merasa gugup dan tidak tau apa yang harus kuisi. Bahkan, pada saat wawancara aku tidak tau harus berkata apa, saat tes tulis aku mengisi apa saja yang aku tau, dan saat tes koran aku berusaha untuk berkonsentrasi dan mengisinya secara cepat. Aku berusaha untuk memfokuskan pikiranku dites saat itu namun, aku tidak bisa. Aku gugup sekali. Keyakinanku untuk lulus sangat sedikit. Setelah tes kami pulang kembali kerumah. Aku pulang sampai dirumah saat sore hari. Saat itu aku pulang bersama Ms. Dian Satrie Monas. Guru yang merektrut dari sekolah ISRA. Sesampainya dirumah aku tidak membicarakan apapun bersama orang tuaku. Bahkan perihal kalau aku sudah tes untuk masuk di ISRA. Aku membiasakan diriku saja bahkan, sampai 3 minggu kemudian Ms. Dian datang ke rumahku untuk menandatangani perjanjian dan kontrak sekolah. Aku kaget akan kedatangan Ms. Dian ke rumahku. Karena aku tidak menyangka kalau aku akan masuk ke sekolah itu dan diterima.
Pada saat pengumuman yang lulus di ISRA itu bertepatan dengan pengumuman kelulusan sekolah dan namaku tertera dibagian lolos secara murni bukan cadangan. Aku merasa bersyukur sekali kalau aku bisa masuk di sekolah itu. Bahkan, banyak teman-temanku yang tidak percaya tentang kelulusanku secara murni di sekolah itu. Mereka tidak yakin akan hal itu dan mereka juga merendahkan diriku. ( Wow … aku ternyata mampu mengalahkan perkataan mereka yang selalu mencap diriku tentang hal buruk🤪. Kali ini aku menang melawan mereka. Melawan setiap perkataan dan tindakan yang selalu membuli aku. Kutaklukkan semua rasa takut dalam diriku. Dan saat ini aku mampu berdiri di sekolah ini.
Waktu berjalan begitu cepat. Mentari telah berjalan ke arah timur. Kini saatnya aku untuk bangun dan bergegas menyiapkan diriku agar pergi ke sekolah. Sekolah yang begitu jauh dan tak seperti biasanya. Mulai saat ini aku harus berangkat sekolah sendirian, bahkan tinggal jauh dari orang tuaku. Hanya 6 bulan sekali aku bisa pulang dan melihat orang tuaku. Ya….. mulai saat ini aku telah masuk sekolah menengah atas di ISRA. Saat telah dinyatakan lulus untuk masuk di sekolah itu aku sudah menunggu-nunggu untuk segera pergi ke sekolah itu. Menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Kupikir di sekolah itu akan ada banyak anak-anak yang pintar-pintar dan cermat yang lebih dari diri ku. Namun, saat aku telah berada di sekolah itu aku memiliki pemikiran yang berbeda. Di sekolah itu tidak pernah menilai prestasi. Yang lebih dinilai adalah karakter dan attitude seseorang. Nilai guna dan kehidupan sehari-hari seseorang yang selalu di perhatikan dan dinilai. Di sekolah itu semua anak-anak dan murid memiliki sebuah perkumpulan yang akan dikepalai oleh seorang guru atau yang biasa disebut Mentor (Perkumpulan itu bernama Clik).
Saat pertama kali datang aku melakukan satu kesalahan yang membuat diriku untuk pulang kembali ke rumahku. Ya…. Karena aku tidak membawa surat keterangan sehat dari rumah sakit. Jadinya ya…. Aku pulang kembali ke rumahku untuk besoknya datang membawa surat keterangan sehat. Waktu terus berjalan dan kini aku megikuti MPLS (Tau MPLS tidak? MPLS itu masa pengenalan lingkungan sekolah yang biasanya ada waktu anak baru masuk.) Aku mengikuti MPLS dengan baik. Bahkan tidak terlalu memikirkan orang tua ku lagi.

Di angkatan aku berjumlah 20 orang. Setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Walaupun sulit untuk menyatukan perbedaan yang ada kami, 20 orang tetap bersatu dan tetap saling mengasihi kok. Terkadang juga ada sih… pertengkaran kecil-kecilan yang didasari pada perbedaan pendapat atau suatu keputusan. Satu hal yang aku paling ingat bahwa, saudara kandung aja pasti bertengkar apalagi….. kita yang dari berbeda-beda tempat dan latar belakang keluarga pasti ada sajalah yah, yang bertengkar atau berdebat. Ya… kami tetap saling mengasihi kok(Sesuai poin aplikasi. Walaupun sulit tapi bisa dilakukan dengan mindset yang berbeda🥰. 20 orang teman aku itu dibagi dalam 2 jurusan. Kalau aku sendiri jurusan IPS yang dengan jumlah murid tersedikit di kelas peminatan. Kami berjumlah 8 orang. Hanya sayangnya, 1 orang harus keluar ditengah perjalanan kami ketika kami sama-sama sedang berjuang karena sakit yang dideritanya. Jadi, ya… kami sekarang berjumlah 7 orang saja. 7 orang ini ada:
1)Astrid Thine.
Orang yang bicara hanya hal-hal yang esensi.(Calon Pendeta)👰
2)Irmawati Angela Adu.
Cewek cantik yang super diam yang harus berproses jauh dari diri kami🧑🎓
3)Helga Triwinda Mafo.
Cewek yang banyak gaya dan paling penyayang.(Calon Pengusaha)👰
4)Juwitni Marleni Luisa Dalle.
Orang yang paling power dan tidak akan pernah menyerah dengan apa yang ingin didapat.(Calon Psikolog)🧑⚕
5)Michele Calista Ndeo.
cewek yang paling keren dalam bidang ketrampilan baik dalam music maupun alat mucik .(Calon Fotografer)📸
6)Randy Tambaru.
Cowok yang berpikir paling kritis diangkatan kami.(Calon Tentara)💂
7)Sujen Juandro Dethan.
Orang yang paling kasar dalam bertindak tapi lembut dalam hati.(Calon Guru Olahraga)🙍
Yah… inilah kelas Ips. Terkadang di kelas Ips ada beberapa kejadian. Seperti keributan, perdebatan mulut dan lain-lainnya. Dan memang inilah kelas kami. Selanjutnya kelas Ipa. Oh ya… aku lupa ada tambahan 1 orang di angkatannya kami karena beberapa hal yang membuat dia ada di angkatan kami. Kalau aku pikir-pikir bisa lah dia menjadi salah satu pelengkap diantara kami yang kurang 1 orang. Dia sangat pintar dibidang pelajaran. Apalagi di pelajaran matematika. Awal-awalnya sulit saat membuka pembicaraan. Tetapi, akhir-akhirnya angkatan kami mulai bisa bercanda dan bermain gila bersama. Anak-anak IPA menjadi 13 orang. Yaitu:
1)Evelyn Celestine Tauk.
Cewek bergingsul yang manis dan cerewet.(Calon Dokter)
2)Adhi Gabriel Putra Bolla.
Cowok lembut dan baik hati yang tekadang bikin jengkel.(Calon Pembisnis)
3)Alvandi Liu.
Cowok paling hyper aktif dalam kelas dan tidak akan pernah diam.(Calon dokter)
4)Angely Siokain
Yang paling muda dan termuda diangkatannya kami.
5)Brusche Wiliam Zacharias.
Orang yang paling bisa menyelesaikan setiap masalah angkatan kami dan yang paling adil dalam bertindak.(Calon diplomat).
6)Jordy Kastelo Mail.
Orang yang paling netral dalam bertindak dan berkata(Calon Polisi).
7)Iren Suryani Kore.
Cewek humor yang suka menghibur banyak orang dan membuat ketawa angkatan kami.(Calon guru SD)
8)Clara Anastacia Tolla.
Putri Tari Rote Ndao tahun 2022. Orang yang berjuang keras untuk keluar dari zona nyamannya.
9)Katrin Ovliana Welkis.
Orang yang sangat keren dibidang musik diangkatannya kami. Katrin bisa memfeeling sebuah nada yang baru didengarnya dan bisa memainkan alat musik sesuai dengan lagu yang didengarnya.(Calon Dokter)
10)Riko Alvrido Tupu.
Orang yang ahli di mengotak-atik suatu barang (Untuk diperbaiki lah ya…)
11)Gerald Eugene Lekeama Ballo.
Orang cerdas yang terkadang menjengkelkan banyak orang. Salah satunya diriku.(Calon dokter)
12)Putri Angelia Lenggu.
Salah satu orang keren dibidang biologi. Pernah ikut ksn dan juara 1 tingkat kabupaten.
13)Frid Beten.
Inilah kaka yang paling keren diangkatannya kami. Dia sangat pintar dibidang pelajaran. Terutama di pelajaran matematika. Semua materi matematika dikuasainya.
Hingga tanpa ku sadari aku telah menyelasaikan 1 semester dengan baik. Saat ini natal pertama yang aku ikuti disekolah ini. Ada banyak kegiatan yang diadakan di natal sekolah kali ini. Mulai dari Fashion Show, dance💃,menyanyi 🧑🎤 dan acara-acara lainnya. Natal sekolah ini dilakukan tanpa orang tua. Jadi ya…. Kami para siswa-siswi dan guru-guru saja yang natal bersama. Inilah merupakan pengalaman pertama ya…..

Waktu pun berjalan tanpa ku sadari kini aku sudah naik ke kelas 2 SMA. Ada banyak pengalaman yang aku dapatkan. Bagaimana diriku mau untuk diproses, menerima diri apa adanya, dan mau dibentuk. Terkadang diriku tidak menyangka kalau aku telah sampai pada detik ini. Dikelas 2 ini ada banyak sekali tanggung jawab yang diberikan kepada kami angkatan IV. Mulai dari ketua divisi, ketua kamar dan ketua-ketua yang lain. Aku tidak pernah menjadi ketua divisi tetapi aku pernah menjadi kapten klik. Seorang kapten clik itu adalah seorang pemimpin yang tugasnya mengatur anggota-anggotanya, mengontrol piket harian semua anggota, dan membuat jadwal piket harian maupun piket meja anggotanya (WOW….. keren kan menjadi seorang pemimpin). Tetapi tidak mudah dan tidak gampang loh… makanya di sekolah ini aku belajar banyak sekali dalam mempersiapkan diriku ini. Terkadang kita sebagai pemimpin harus memposisikan diri kita sebagai anggota. Terkadang juga kita sebagai anggota harus bisa memposisikan diri sebagai pemimpin. Jadi, sama-sama harus saling menyadari apa kesusahan dalam posisi kita. Baik itu sebagai pemimpin maupun sebagai anggota suatu kelompok harus adanya sikap bisa merqasakan diri sebagai diri orang.
Proses aku dikelas 3 juga tidak kalah seru. Di masa ini aku sedang sibuk-sibuknya mencari kampus. Ya…. itu proses aku saat ini. Yang sibuk dengan berbagai macam kegiatan. Belum lagi harus kejar materi. Supaya di semester 2 aku tidak kalang kabut lagi dalam menyelesaikan materi pelajaran yang ada. Aku sedang berusaha untuk mengikuti alur waktu yang ada agar aku bisa melakukan semua dengan maksimal. Terkadang berat namun, aku tetap menjalaninya. Karena suatu tantangan akan datang saat kita akan mencapai suatu kesuksesan. Jadi, ya… jalani aja. Karena hidup ini hanya satu kali aja untuk kita lalui. Tetap semangat ya.. teman-teman dalam menjalani hidup kalian. Inilah akhir kisah dari hidupku selama masa proses Sma aku di Sma Kristen Indonesia Sejahtera.
Semoga memberkati teman-teman dan saudara-saudara sekalian.